BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem, Mulai Tanggal 3 Hingga 9 Januari Mendatang

0
66

ChannelIndonesia.id, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika wialayah IV Makassar kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet dalam keterangan resminya mengatakan, diperkirakan hujan dengan intensitas lebat terjadi di beberapa wilayah Sulsel pada 3 hingga 9 Januari 2023.

“Tanggal 3 sampai 9 Januari 2023 hujan dengan intensitas lebat yang cenderung pada dini hari sampai pagi hari berpotensi terjadi,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima ChannelIndonesia.id, Senin (2/1/2023).

Situasi ini diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian barat meliputi kabupaten/Kota Parepare, Barru, Pangkajene dan kepulauan, Maros, Makassar, dan Takalar.
Selanjutnya wilayah Sulawesi Selatan bagian tengah meliputi Kabupaten Soppeng, Gowa, Bone bagian timur.

Sementara untuk wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng. Selain itu, BMKG juga memprediksi adanya angin kencang di Sulawesi Selatan bagian Barat dan Selatan.

Menurut Irwan Slamet, cuaca ektrem enam hari kedepan berpotensi terjadi akibat dinamika atmosfer yang menunjukkan indikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan. Ex- Siklon tropis Ellie terpantau masih berada di Australia bagian barat mampu meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sepanjang daerah menuju pusat tekanan.

“Terdapat pertemuan arus angin konvergensi di sekitar Sulawesi Selatan menyebabkan penurunan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Model cuaca menunjukkan kelembaban udara lapisan atas hingga ketinggian 700 MB dalam kondisi basah 70 sampai 100%,” terangnya.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang terjadi di perairan sekitar Sulawesi Selatan.

Gelombang dengan kategori sedang (Gel. 1,2 – 2,5 m) terjadi di perairan Parepare, Perairan Spermonde Pangkep bagian barat, Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, Perairan Spermonde Makassar, Teluk Bone bagian utara, dan Teluk Bone bagian Selatan.

Gelombang dengan kategori tinggi (Gel. 2,5 – 4,0 m) terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Kepulauan Selayar, Perairan Sabalana, Perairan Timur Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate-Kalaotoa bagian utara, Perairan P. Bonerate Kalaotoa bagian Selatan, dan Laut Flores bagian timur.

Menyikapi kondisi tersebut, Irwan meminta pemangku kepentingan dan masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Dampak tersebut antara lain genangan/banjir, tanah longsor, angin kencang, Pohon tumbang, dan keterlambatan jadwal penerbangan atau pelayaran,” pungkasnya.

Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik.

BMKG Sulawesi Selatan memberikan layanan informasi cuaca 24 jam yang dapat diakses melalui call center dan website BMKG, serta akun medsos resmi BMKG.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini