Ditandu Sejauh 7 Km oleh Warga, Ibu Hamil di Pinrang Meninggal Dunia Usai Melahirkan

0
92

ChannelIndonesia.id, – Ibu hamil bernama Asmia (33) warga Desa Kariango, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang yang ditandu sejauh 7 kilometer meninggal dunia usai melahirkan.

Dalam video viral yang beredar di media sosial, tampak sejumlah warga menandu Asmia menggunakan sarung dan sebilah bambu. Warga nekat menyebrangi sungai serta kondisi jalanan yang dilalui terlihat sangat sempit.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala Desa Kariango Muhammad Jafar membenarkan, menurutnya ibu hamil yang ditandu itu merupakan warganya.

Menurutnya, untuk menandu ibu hamil menggunakan sarung, itu sering dilakukan sebab jalur kendaraan roda empat tidak ada.

“Warga kami gotong royong menandu kalau ada yang sakit, termasuk ibu hamil,” kata Jafar.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan bahwa warga ditandu biasanya yang sakit parah atau ibu hamil tua yang tidak bisa dibonceng menggunakan sepeda motor.

“Jadi di kampung kami (Kariango) ke Desa Bakaru tidak ada jalur untuk mobil hanya jalur motor. Jadi wajar kalau ada yang sakit ditandu ke Desa Bakaru karena mobil kesehatan sudah sedia disana untuk dibawa ke Puskesmas Salimbongan atau ke Rumah Sakit di Kota,” jelasnya.

Muhammad Jafar menceritakan bahwa Ibu Asmia ditandu menggunakan sarung oleh warga itu pada hari Jumat, 6 Januari 2023. Asmia ditandu dari rumahnya di Dusun Buttu Batu, Desa Kariango ke Desa Bakaru sekitar 7 kilometer.

Setelah memakai mobil di Desa Bakaru, butuh waktu sekitar kurang lebih setengah jam menuju ke Puskesmas Salimbongan dan pada hari yang sama sekitar siang Asmia kemudian melahirkan bayinya.

“Bayinya meninggal saat dilahirkan di hari Jumat itu, besoknya Ibunya meninggal dunia,” bebernya.

Sementara, Bidan Desa Kariango Syamsiar mengungkapkan bahwa awalnya Asmia menelpon dirinya pada, Kamis 5 Januari malam. Ia pun bergegas ke rumah Asmia untuk mengecek kandungannya.

“Ternyata sudah pembukaan lengkap. Tapi, tiba-tiba Ibu Asmia tidak merasa sakit. Artinya sudah tidak normal. Jadi kami ambil inisiatif untuk bawa ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Karena kondisinya sudah malam dan saat itu hujan lebat, akhirnya diputuskan agar Asmia dibawa ke Puskesmas pada Jumat pagi.

“Pagi harinya itu, sekitar pukul 06.00 Wita, saya baru kumpulkan warga untuk membantu menggotong Ibu Asmia. Alhamdulillah, terkumpul dan Pak Dusun Buttu Batu dan warga pun menggotong Ibu Asmia menggunakan sarung,” ucapnya.

Syamsiar menuturkan, Jumat pagi itu juga hujan deras, namun karena tidak ada waktu lagi, akhirnya warga menerobos hujan. Beberapa warga terlihat menggunakan jas hujan dan jaket.

“Karena sudah tidak ada waktu lagi dan Ibu Asmia juga sudah lemas. Akhirnya kita tandu Ibu Asmia meskipun dalam kondisi hujan saat itu,” tuturnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini