Peserta Sertifikasi Bimbingan Manasik UIN Alauddin Diminta Kuasai Micro Guiding

0
97

Channelindonesia.id – Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah UIN Alauddin yang dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang Kota Makassar ini telah memasuki hari keenam, Kamis (09/02/2023).

Pada hari keenam ini akan dibawakan oleh narasumber yang kompeten, yaitu Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, S.Ag, M.Pd yang membawakan materi Micro Guiding kepada para peserta.

Dalam materinya, Prof. Mustari Mustafa menyebut bahwa masih kurangnya pemahaman dan kompetensi keilmuan yang dimiliki oleh beberapa pembimbing, seperti fiqhi manasik, kemampuan didaktik metodik termasuk teoritis, teologis, dan sufistis.

“Nanti bapak-bapak harus bisa melakukan pendekatan sufistis dengan jamaah. Pendekatan teoritis, teologis, dan sufistis ini masih sangat kurang dilakukan oleh para pembimbing,” ujarnya.

Ada 4 situasi yang terjadi pada pembimbing, seperti leader yang memiliki kognisi yang mumpuni, mentor yang komunikatif, manajer yang memiliki skill, dan fasilitator atau mediator yang disenangi.

“Kognitif (pengetahuan) adalah sebuah keilmuan terkait perhajian harus mumpuni dan pembimbing juga diminta untuk komunikatif atau memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi dengan calon jemaah dengan bahasa jamaah,” tuturnya.

“Sedangkan leadership itu harus dimiliki karena harus mengatur orang yang membutuhkan manajemen dan seni. Para pembimbing juga harus bisa social atau mencakup konsepsi team work,” lanjut Mustari.

Selanjutnya, pemateri juga menjelaskan ciri-ciri atau tanda-tanda pembimbing yang sukses. Pembimbing harus bisa memiliki pendagogik, kepribadian yang baik, sikap profesional, dan kompetensi sosial.

“Pendagogik yang dimaksud disini adalah pembimbing harus bisa memiliki kemampuan yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar serta membimbing calon jamaah. Sedangkan kepribadian yang baik adalah sebuah kemampuan dan karakteristik personal yang mencerminkan realitas sikap dan perilaku pembimbing dalam melaksanakan tugasnya,” ucapnya.

“Pembimbing juga dituntut agar profesional atau memiliki kemampuan dan keterampilan terhadap penguasaan materi bimbingan secara mendalam, utuh, dan komprehensif. Sedangkan kompetensi sosial adalah memiliki kemampuan berinteraksi dengan jamaah dan mampu menganalisis problem yang mereka hadapi,” lanjutnya lagi.

Selain membawakan materi, Prof. Mustari Mustafa juga menyuruh peserta untuk mempraktekkan bagaimana cara penerapan mikro guiding kepada jamaah nantinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini