Dosen Komunikasi UMI Beri Kultum di Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM

0
105

Channelindonesia.id – Keluarga Besar Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengikuti acara berbuka puasa yang dilaksanakan pada hari ke-23 Ramadhan 1444 H di kantor Gedung PAU, Jalan Teknika Utara DIY, Jumat, 14 April 2023.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Studi, Profesor Hermin Indah Wahyuni, dan Prof Rini Rahmawati selaku Direktur yang baru, Prof Partni Pakar Sosiologi UGM dan sejumlah ahli, peneliti, praktisi mitra, Staf, Mahasiswa Program Magang dari dalam dan luar negeri dan mahasiswa Doktor Ilmu Komunikasi Fisipol dan Prodi Penyuluhan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana UGM.

Kegiatan ini bertujuan menjalin silaturahmi di antara keluarga besar PSSAT UGM, serta untuk memperkenalkan reputasi kelembagaan dan sejumlah program serta prestasi Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada, sebaik pusat studi unggul baik dalam dan luar negeri, setelah itu kegiatan kultum Ramadhan oleh Abd. Majid, S.Sos.I., M.Si yang tiba-tiba diminta oleh panitia.

Kesempatan kultum menjadi mementum dan terasa sangat Istimewa bagi salah satu mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi UGM, Abd. Majid, yang saat ini menjalani proses monitoring kelayakan tulisan Disertasinya bersama teman-temannya yang diundang langsung oleh kepala pusat studi menghadiri kegiatan berbuka puasa sambil melaksanakan proses bimbingan secara intensif dipusat studi selama berada di Jogja.

Kultum dilaksanakan setelah pengenalan yang disampaikan oleh kepala pusat studi oleh Prof Hermin yang lama dan Prof Rini direktur yang baru.

Selanjutnya, kegiatan kultum disampaikan oleh Abdul Majid Dosen Ilmu Komunikasi yang juga sebagai wakil Dekan III Bidang Kemasiswaan dan Alumni Fakultas Sastra UMI.

Abdul Majid saat ini menjalani izin belajar pada program studi Doktor Ilmu Komunikasi pada Fispol UGM. Ia tercatat sebagai mahasiswa yang Angkatan Pertama Program S3 Ilmu Komunikasi UGM yang dibuka tahun 2020.

“Ini kejutan bagi saya tiba-tiba didaulat oleh Prof Hermin untuk membawakan kultum oleh kepala pusat studi yang juga promotor saya, karena beliau mengenal saya dosen dari UMI Makassar sebagai kampus terkemuka dalam Pendidikan dan Dakwah maka saya harus buktikan itu kata Prof Hermin,” ujarnya.

Saat kultum, Abdul Majid menjabarkan keistimewaan Bulan Ramadhan, sebagai penghulu bulan dan sangat mulia menjadi momentum untuk meningkatkan semangat berilmu dan mengasah kualitas keimanan bagi kita umat Islam.

“Hal itu sesuai arti kata ar Romadh yang artinya panas, menyengat, membakar, menghanguskan karena memang pada bulan ini matahari terasa menyengat dan suhu panas yang dihasilkan beda dengan bulan yang lain. Ditambah lagi dengan tenggorokan kita kering selama seharian jadi terasa semakin panas,” jelasnya.

“Bulan ini juga berarti menggugurkan (membakar) dosa-dosa yang telah dilaksanakan satu tahun sebelumnya,yang tentunya dengan semangat amal sholeh yang membara didalam hati kita laksana api dengan suhu tinggi yang membakar emas untuk membuktikan kadar kemurnian emas, semangat kita memuncak untuk beribadah dibulan ini, ditengah menahan lapar dan dahaga pada siang hari namun kita tetap menjalani kehidupan ini tetap harus produktif,” tambahnya.

Setiap malam, kata Majid, kita berkiyamul lail ratusan kali kita ruku dan sujud yang bisa merontokkan dosa-dosa kita, memperbayak semangat berbagi, zakat, berinfaq serta bersedeqah agar rezeki kita berkah, bertadarus dan mentadabburi Al Quran agar menjadi masyarakat qurani.

“Dan di akhir Ramadhan ini tampak banyak umat Islam berittikaf di masjid hingga melaksanaakan Ibadah umrah meraih ampunan dan mencapai puncak kenikmatan ibadah untuk mendapatkan lailatul qadar satu malam lebih baik dari seribu bulan,” ungkapnya.

“Bulan Ramadhan adalah kesempatan terpilih bagi kita, olehkarena itu mari kita memanfaatkan minimal tiga prinsip Amal Sholeh pada momentum ini untuk menjalani kehidupan yang semakin kompleks saat ini untuk tetap Istiqomah dalam beribadah meski tetap diperhadapkan dengan berbagai macam persoalan hidup, Istiharah di jalan Allah SWT dalam memilih dan memutuskan suatu persoalan, dan memperbanyak Istiqfar dengan bertaubat agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT, jika tiga prinsip ini kita terapkan yakin iman kita terjaga dan hidup kita akan Bahagia dan merasa aman,” tegasnya.

Citizen Report: Muhammad Alwi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini